Bappeda Mabar – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan Burung Indonesia, Scene Coalition, dan PT ABL menggelar Loka Latih Pendanaan Berbasis Alam: Standar dan Metodologi Pengumpulan Data yang bertempat di Hotel La Prima Labuan Bajo, Senin (14/4).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari dialog multipihak yang telah dilaksanakan pada 22–23 Januari 2026 lalu, sebagai langkah awal untuk membuka peluang akses sumber pendanaan baru melalui skema pendanaan berbasis alam, khususnya dari sektor jasa lingkungan karbon.
Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan besarnya potensi ekologis yang dimiliki kawasan Mbeliling. Lanskap seluas kurang lebih 94.000 hektare ini dikenal sebagai bagian dari kawasan penting keanekaragaman hayati global (Wallacea Biodiversity Hotspot), yang mencakup lima Key Biodiversity Areas. Selain itu, kawasan ini juga menyimpan jasa ekosistem strategis berupa karbon, air, dan energi yang menopang kehidupan masyarakat serta aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Secara ekologis, Mbeliling memiliki cadangan karbon yang signifikan, dengan potensi jasa karbon yang diperkirakan mencapai setara 103 juta ton CO?. Di sisi lain, praktik pengelolaan lahan oleh masyarakat yang berbasis agroforestri turut memperkuat daya serap karbon, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Tanaman seperti kemiri, jati, beringin, dan mahoni tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam penyimpanan karbon dalam jumlah besar.
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya strategis daerah dalam menjajaki berbagai sumber pendanaan inovatif yang berkembang saat ini.
"Training ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan dialog yang telah kita laksanakan sebelumnya. Kita perlu mencoba mengambil peluang untuk mendapatkan sumber pendanaan melalui berbagai skema yang berkembang, salah satunya pendanaan berbasis alam," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa upaya memperoleh manfaat dari skema pendanaan karbon bukanlah proses instan, tetapi membutuhkan waktu panjang, kajian berkelanjutan, serta kesiapan daerah dalam memenuhi berbagai standar yang telah ditentukan.
"Usaha ini membutuhkan proses yang panjang dan hasilnya sangat bergantung pada kondisi serta potensi yang dimiliki Manggarai Barat. Kegiatan ini masih merupakan kajian awal dan membutuhkan langkah yang berkelanjutan ke depan," lanjutnya.
Dalam kegiatan loka latih ini, para peserta diperkenalkan pada berbagai standar karbon global dan metodologi yang relevan, khususnya dalam sektor Forest and Other Land Use (FOLU). Selain itu, peserta juga mendapat pelatihan tentang metode pengumpulan data terkait dampak iklim, sosial, dan keanekaragaman hayati, serta mendiskusikan jalur legal yang memungkinkan bagi pemanfaatan jasa lingkungan karbon dari sektor kehutanan.
Kepala Bappeda juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah belum memasang target tinggi untuk segera memperoleh pendanaan karbon, namun menilai bahwa upaya konservasi dan perlindungan lingkungan yang dilakukan saat ini telah memberikan manfaat nyata bagi ekosistem di Manggarai Barat.
"Kita belum memasang ekspektasi terlalu tinggi untuk mendapatkan pendanaan karbon ini. Namun upaya-upaya yang kita lakukan sejauh ini sudah memberi dampak positif terhadap keanekaragaman hayati, jasa ekosistem air, dan lingkungan hidup di Manggarai Barat. Jika kemudian usaha itu dapat dihitung dan dihargai nilainya, maka itu merupakan bonus dari kerja yang sudah dilakukan," jelasnya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius agar materi yang disampaikan para narasumber dapat dipahami dengan baik dan menjadi dasar penguatan kapasitas daerah dalam pengelolaan jasa lingkungan karbon.
Kegiatan loka latih ini diikuti oleh peserta yang berasal dari perangkat daerah Kabupaten Manggarai Barat, instansi vertikal terkait, perwakilan masyarakat Mbeliling, serta mitra pembangunan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Scene Coalition, PT ABL, dan BirdLife International, yang mencakup standar karbon global, pengumpulan data sosial-ekonomi dan biodiversitas, mekanisme pembagian manfaat, hingga permodelan keuangan dan penilaian risiko.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap dapat membangun fondasi awal yang kuat dalam pengembangan skema pendanaan berbasis alam, sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di kawasan Mbeliling.




