Bappeda Mabar - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaksanakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) pada hari Selasa (9/9). Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat dan dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Manggarai Barat.
Program MBG ini merupakan salah satu dari Program Prioritas Nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Oleh karena itu, dalam paparannya, Yulianus Weng selaku Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Manggarai Barat menekankan pentingnya koordinasi dan kerjasama diantara pelaksana program MBG demi tercapainya tujuan bersama. Ia juga menjelaskan bagaimana program ini akan bermanfaat bagi masyarakat apabila terlaksana dengan baik.
Di Kabupaten Manggarai Barat, penerima manfaat dari Program MBG mencapai 73.204 orang yang terdiri dari siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tersebar di 12 kecamatan. Penerima manfaat terbanyak berada di Kecamatan Komodo (20.225 orang), Kecamatan Lembor (8.056 orang), dan Kecamatan Pacar (8.047 orang). Untuk mendukung pelaksanaan program MBG di Manggarai Barat, maka dibentuklah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. SPPG inilah yang nantinya akan memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, Program MBG akan berdampak pada ketersediaan dan kebutuhan pangan di Kabupaten Manggarai Barat. Fransiskus Sales Sodo selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat menjelaskan dalam paparannya mengenai potensi permintaan pangan dan proyeksi kebutuhan pangan daerah terkait dengan Program MBG. Untuk proyeksi kebutuhan telur mencapai 74.548 kg/bulan, sedangkan kebutuhan daging ayam mencapai 121.934 kg/bulan.
Dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan setelah penerapan Program MBG, maka daerah pun juga dituntut untuk meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Manggarai Barat karena pasokan eksisting kebutuhan telur dan daging ayam masih didominasi dari luar daerah.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah perlu mendorong peningkatan jumlah peternak telur lokal dan menerapkan regulasi standarisasi harga ayam di pasaran sebagai langkah awal untuk meningkatkan kapasitas produksi kebutuhan bahan pangan.
Sebagai bagian dari tim yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG di Manggarai Barat, berikut ini adalah daftar perangkat daerah yang menghadiri rapat:
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Kesehatan Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Sosial,Perbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Manggarai Barat,
- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Manggarai Barat, dan
- Camat Komodo.
Penulis: Tivani Monic


