Bappeda Mabar – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan High Level Meeting SAPA BUMI yang dilaksanakan pada 30 April 2026 di Hotel Sylvia Labuan Bajo.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk merefleksikan capaian program sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut guna memastikan keberlanjutan inisiatif pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Manggarai Barat.
Kepala Bappeda Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada RISE Foundation bersama mitra SADARSAMA atas dukungan dalam pelaksanaan program SAPA BUMI. Program ini dinilai telah memberikan dampak positif, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda melalui lahirnya 10 ide inovatif berbasis kewirausahaan.
“SAPA BUMI menjadi ruang kolaborasi yang penting dalam kerangka Urban Futures. Ini merupakan fase akhir yang harus kita manfaatkan untuk melihat capaian, pembelajaran, dan bagaimana mengintegrasikannya ke dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Bappeda juga menekankan pentingnya keterbukaan seluruh perangkat daerah terhadap peluang kerja sama. Di tengah keterbatasan sumber daya, kolaborasi dinilai sebagai kunci untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“Seperti yang sering disampaikan oleh Bupati, kolaborasi bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan. Kita harus membuka diri dan memanfaatkan setiap peluang untuk memperkuat program pembangunan,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan menyampaikan masukan strategis. Beberapa isu yang mengemuka antara lain pentingnya ketepatan sasaran program, penguatan koordinasi antar lembaga, serta perlunya keberlanjutan kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, perangkat daerah juga menyoroti sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran, tumpang tindih penerima manfaat program, serta kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Peluang pengembangan seperti program berbasis ekonomi masyarakat, penguatan peran generasi muda melalui forum Genre, serta pengembangan kebun pangan sebagai media edukasi dan pemberdayaan, termasuk di lingkungan sekolah luar biasa (SLB).
Bappeda sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah menegaskan perannya dalam memastikan integrasi berbagai program agar selaras dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan.
Menutup kegiatan, Kepala Bappeda menegaskan bahwa hasil pertemuan ini harus ditindaklanjuti secara konkret.
“Tim kerja diharapkan dapat merapikan rumusan tindak lanjut agar program ini benar-benar memberikan dampak. Penekanan Bupati sangat jelas, yaitu kolaborasi. Bahkan kolaborasi akan menjadi bagian dari perjanjian kinerja eselon II sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan collaborative government,” tegasnya.
Melalui High Level Meeting ini, Bappeda berharap program SAPA BUMI dapat menjadi model praktik baik dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat.
