Bappeda Perkuat Sinergi Lintas Sektor melalui Pasar Kreasi Pangan

Bappeda Perkuat Sinergi Lintas Sektor melalui Pasar Kreasi Pangan
Bappeda Perkuat Sinergi Lintas Sektor melalui Pasar Kreasi Pangan

Bappeda Mabar — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat transformasi sistem pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Pasar Kreasi Pangan yang merupakan bagian dari program Urban Futures di Labuan Bajo. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Parkir Kampung Ujung (29/4) dan terbuka untuk umum.

Melalui kegiatan ini, Bappeda mengambil peran sebagai penggerak sinergi antara pemerintah, mitra pembangunan, pelaku usaha, dan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membangun ekosistem pangan lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan yang harus diwujudkan dalam kerja nyata.

“Kolaborasi itu harus hidup, berdenyut, dan berdampak nyata terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Bupati menyampaikan, melalui penguatan kolaborasi, sektor-sektor strategis seperti pertanian memiliki peluang untuk tumbuh lebih signifikan. Ia menargetkan laju pertumbuhan saat ini berada di kisaran 1,56 persen dapat meningkat hingga mencapai 5 persen, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 12 persen.

“Jika pertumbuhan ini tercapai, maka pemerataan ekonomi akan mengikuti. Ketimpangan akan menurun karena manfaat pembangunan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga memaparkan capaian pemerintah daerah dalam menekan ketimpangan, di mana pada tahun 2024 angka ketimpangan berhasil diturunkan dari 0,324 menjadi 0,317 atau turun sebesar 0,007. Tren positif ini, lanjutnya, berjalan seiring dengan penurunan angka kemiskinan, berkurangnya pengangguran terbuka, meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta naiknya pendapatan per kapita.

“Ini adalah hasil kontribusi kita bersama. Semua pihak memiliki peran dalam menurunkan ketimpangan dan memperkuat ekonomi daerah,” tegasnya.

Sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah, Bappeda memastikan bahwa berbagai inisiatif yang berkembang dalam Pasar Kreasi Pangan terintegrasi dengan kebijakan dan program pembangunan daerah. Pendekatan ini penting untuk memastikan keberlanjutan program serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai aktor dalam sistem pangan. Sebanyak 26 orang muda terlibat dalam pengembangan usaha berbasis pangan lokal melalui pendampingan intensif dari Prestasi Junior Indonesia, dan dalam kurun waktu sembilan bulan berhasil mencatatkan total omzet hingga Rp3,87 miliar.

Selain itu, orang muda Manggarai Barat menunjukkan 10 inovasi untuk memperkuat sistem pangan di Manggarai Barat melalui inisiatif SAPA BUMI yang berada di bawah naungan RISE Foundation dan Yayasan SADARSAMA. Bappeda menilai capaian ini sebagai bukti bahwa kolaborasi yang terarah mampu mendorong lahirnya ekosistem ekonomi baru yang lebih inklusif dan adaptif.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menyoroti tantangan sisa pangan dan sampah makanan (food waste) di Labuan Bajo yang perlu ditangani secara kolaboratif. Berdasarkan riset, timbulan sisa pangan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 4,8 juta kilogram, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor non rumah tangga seperti hotel, restoran, dan kapal wisata.

Pasar Kreasi Pangan menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menghasilkan dampak yang lebih luas. Melalui forum ini, Bappeda mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk mengembangkan sistem pengelolaan sisa pangan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Sebagai penutup kegiatan, Petrus Antonius Rasyid selaku Kepala Bappeda menyampaikan pesannya kepada seluruh orang muda yang terlibat untuk tetap melanjutkan pekerjaannya walaupun program sudah berakhir. “Pesan saya kepada orang muda, jaga semangat dan jaga konsistensi, karena mimpi besar itu dimulai dari langkah kecil,” ujarnya.

Ke depannya, pendekatan kolaboratif ini diharapkan terus diperkuat sebagai strategi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.