Bappeda Mabar - Dalam rangka memajukan transformasi sistem pangan yang inklusif dan tahan terhadap perubahan iklim, Yayasan Remaja Indonesia Sehat (RISE Foundation) berencana untuk menyelenggarakan Kompetisi Ide Orang Muda di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). RISE Foundation sendiri merupakan bagian dari KoPaJA (Koalisi Pangan dan Jaringan Anak Muda) yang berorientasi kepada Orang Muda dan Orang Muda dengan Disabilitas.
Konsorsium KOPAJA memiliki tujuan utama untuk “Meningkatkan partisipasi orang muda yang bermakna dalam sistem pangan yang inklusif dan tahan iklim melalui prinsip-prinsip dasar Hak atas Pangan dan Gizi sebagai Hak Asasi Manusia di Bandung dan Manggarai Barat.”
Untuk mewujudkan hal tersebut, RISE Foundation melibatkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam perencanaan hingga pelaksanaan Kompetisi Ide Orang Muda.
RISE Foundation dan Bappeda Mabar mengadakan diskusi pertama mereka pada Jumat sore (22/8) di Eleven Cafe Labuan Bajo. Diskusi ini merumuskan tiga poin penting yang harus diperhatikan oleh kedua belah pihak. Pertama, berkaitan dengan tujuan diadakannya Kompetisi Ide Orang Muda, yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran Orang Muda dalam memanfaatkan pangan lokal. Mabar sendiri merupakan daerah yang memiliki hasil pangan yang bervariasi, namun saat ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan akses gizi.
"Saat ini tidak banyak influencer yang membicarakan tentang ketahanan pangan. Oleh karena itu, kita berharap Orang Muda inilah yang nantinya akan menyuarakan topik ini sehingga banyak yang sadar," ujar Artin selaku Direktur Eksekutif RISE Foundation.
Kedua, mengenai rancangan kegiatan Kompetisi Ide Orang Muda yang akan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025. Tahap pendaftaran akan dilakukan pada bulan September, yang nantinya akan diumumkan secara resmi di akun media sosial Bappeda dan RISE Foundation. Pada tahap pendaftaran ini, Orang Muda akan melampirkan ide dan inovasinya terkait ketahanan pangan dan gizi. Selanjutnya, diumumkan 20 peserta terpilih yang akan melanjutkan ke tahap inkubasi dan pendalaman ide. Pada tahapan ini, peserta akan mendapatkan pembinaan, workshop, dan monitoring. Proses seleksi akan dilakukan lagi untuk mendapatkan 10 ide terpilih yang nantinya akan sampai ke tahap implementasi.
"Dari 20 ide itu akan kita pilih 10 ide terbaik yang nantinya akan mendapatkan pendanaan," jelas Artin.
Tahap terakhir adalah presentasi oleh Orang Muda serta refleksi bersama pemangku jabatan untuk keberlanjutan ide. "Nanti mereka akan kita undang juga untuk presentasi," lanjutnya.
Poin ketiga dalam diskusi ini adalah pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam kegiatan Kompetisi Orang Muda. Tidak hanya Bappeda, kegiatan yang akan diselenggarakan pada bulan September ini juga melibatkan multi-stakeholder forum, sektor swasta, tokoh masyarakat lokal, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Yayasan Solidaritas dan Aksi Bersama (SADARSAMA), konsorsium mitra pelaksana program Urban Futures, konsultan, serta Orang Muda dan Orang Muda dengan Disabilitas di Kabupaten Mabar.
RISE Foundation sendiri sudah melaksanakan beberapa kegiatan di Kabupaten Mabar, yaitu Workshop Hak Atas Pangan dan Gizi untuk Orang Muda Manggarai Barat dalam kegiatan “Lingkar Belajar", Pertemuan Tematik Orang Muda dengan Disabilitas di Manggarai Barat, serta Dialog antara Orang Muda dengan disabilitas dan OPD tentang Pemenuhan Pangan, Gizi dan Kesejahteraan Dialog Orang Muda dengan disabilitas.
Sebagai penutup diskusi, Petrus Antonius Rasyid selaku Kepala Bappeda menyampaikan harapannya mengenai rencana kegiatan ini. "Ini adalah hal yang baru bagi kita, disini kita sama-sama belajar. Yang namanya kolaborasi itu kita harus duduk bersama dan berdiskusi."
Penulis: Tivani Monic